Mengenal WordPress Settings
This idea is posted in
Walaupun secara umum WordPress adalah suatu tool blog yang mudah digunakan, namun tidak jarang pengguna, terutama bagi para pemula, dibingungkan oleh berbagai opsi yang disediakan WordPress di dalam menu settings. Tanpa pemahaman yang baik terhadap fungsi-fungsi opsi-opsi tersebut, niscaya kita dapat menggali seluruh potensi yang dimiliki oleh WordPress.
Artikel ini akan berisi tentang penjelasan tentang seluruh setting yang secara default disediakan oleh WordPress. Sehingga kita dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang fungsi opsi-opsi tersebut.
Secara default WordPress menyediakan kepada kita 7 halaman settings, yaitu General Settings, Writting Settings, Reading Settings, Discussion Settings, Media Settings, Privacy Settings dan Permalink Settings. Dengan setiap halamannya mengandung berbagai pengaturan terhadap perilaku WordPress. Berikut penjelasan dari masing-masing halaman settings.
Note : Hal yang perlu diingat bahwa pengaruh dari sebagian besar settings WordPress sangat dipengaruhi oleh theme yang digunakan. Namun demikian secara umum dia mempunyai basic yang sama. Perlu dicatat, bahwa penulis menggunakan theme Twenty Ten 1.0, theme terbaru WordPress yang disertakan bersama versi 3.0.
General Settings
Halaman settings yang berisi segala pengaturan yang bersifat umum, seperti zona waktu, membership dsb. Berikut beberapa pengaturan yang dapat dibuat pada halaman ini.
- Site Title
-
Menentukan title dari website. Biasanya oleh sebagian besar theme, opsi ini akan diletakkan di dua tempat, yaitu :
-
Di dalam tag
<title>di dalam html head, yang kemudian oleh browser akan di tampilkan pada browser bar.
-
Pada bagian teratas dari halaman web sebagai website header.
-
- Tagline
- Digunakan untuk menentukan penjelasan singkat tentang website. Oleh sebagian besar WordPress theme akan diletakkan dibagian atas dari halaman web dan lebih khusus dibawah site header yang diatur oleh Site Title. Namun di dalam theme default kita akan melihat tag line diletakkan disebelah kanan dari header
. - WordPress Address
- Menentukan letak seluruh file dasar WordPress ditempatkan. Setelah dilakukan penginstalan, WordPress akan menentukan nilai ini secara otomatis. Dan sebaiknya jangan berurusan dengan opsi ini jika tidak ingin terjadi suatu bencana besar.
- Site Address
-
Secara default, opsi ini akan mempunyai nilai yang sama seperti opsi WordPress Address. Secara khusus opsi ini digunakan jika kita menginginkan halaman depan web kita berbeda dengan alamat tempat file dasar WordPress di letakkan. Sebagai contoh misalkan kita ingin menggunakan WordPress hanya pada bagian http://example.com/blog. Maka kita meletakkan file WordPress pada bagian tersebut, kemudian kita menentukan opsi ini sebagai http://example.com/.
Untuk lebih jelasnya tentang masalah ini dapat dilihat pada dokumentasi WordPress.
- E-mail Address
- Digunakan untuk menentukan alamat e-mail administrator. Secara umum, alamat e-mail ini akan digunakan oleh WordPress untuk beberapa pemberitahuan, seperti pemberitahuan adanya komentar baru, pemberitahuan adanya user baru, dsb. Selain itu alamat e-mail mungkin juga akan digunakan oleh beberapa plugin.
- Membership
- Mengatur keanggotaan blog/website. Jika dihidupkan (checked) maka pada halaman login akan ditampilkan link register sehingga setiap orang dapat melakukan pendaftaran keanggotaan.
- New User Default Role
-
Setiap user yang melakukan proses registration maka secara otomatis akan diberikan suatu role. Setiap role akan menentukan kemampuan user dalam mengakses setiap fasilitas administrator. Secara default ada 5 jenis role yang disediakan oleh WordPress, yaitu :
- Subcriber – Role dengan tingkatan paling rendah paling rendah. User dengan jabatan ini hanya mampu melihat dan mengedit profile di halaman administrator. Kecuali untuk alasan yang cukup jelas, anda seharusnya memilih opsi ini.
- Contributor – Dapat diartikan sebagai penulis. User dengan tipe role ini dapat membuat post baru serta dapat membuat perubahan terhadap post yang dia publikasikan.
- Author – Hampir sama seperti user Author hanya saja dia juga dapat berinteraksi dengan menu media. Menu ini digunakan untuk mengupload media seperti gambar, video, file html sehingga kemudian dapat ditambahkan ke dalam suatu post.
- Editor – Semua kegiatan manipulasi content web dapat dilakukan oleh user ini, seperti menambahkan post dan page, pengubahan setiap post atau page, penambahan media, dsb.
- Administrator – Role paling tinggi derajatnya, semua fasilitas di dalam halaman admin dapat diakses oleh user dengan role ini.
Penjelasan tentang kemampuan role diatas hanya sebatas fasilitas administrator yang secara default disediakan oleh WordPress. Untuk fasilitas yang disediakan oleh plugin akan tergantung pada pengaturan dari plugin itu sendiri.
Sebaiknya dalam menentukan default role dari member anda tetap memilih Subscriber. Jika kemudian menginginkan adanya user dengan role lain dapat dilakukan perubahan secara manual di halaman admin.
- Time Zone
- Menentukan zona waktu tempat tinggal anda.
- Date Format
-
Menentukan format tanggal. Opsi ini sering digunakan oleh theme untuk menentukan bagaimana tanggal post ditampilkan.
Secara default wordpress telah menyediakan beberapa format tanggal, namun jika tidak sesuai dengan keinginan, anda dapat menyusunnya sendiri. Format tanggal diatur sesuai dengan PHP Date Format. Di dalam WordPress Docs telah dijelaskan secara rinci bagaimana cara menyusun format tanggal ini.
- Time Format
- Hampir sama seperti opsi Date Format, hanya opsi ini digunakan untuk mengatur format waktu.
- Week Starts On
- Masih ada hubungannya dengan penanggalan, opsi ini berfungsi untuk menentukan nama hari dari awal dalam perhitungan mingguan.
Writing Settings
Pada bagian ini berisi segala sesuatu yang berhubungan dengan penulisan di dalam blog.
- Size of the post box
-
Menentukan ukuran box dari field tempat kita menuliskan konten, baik post maupun page. Sebagai contoh, jika kita menentukan ukuran post box menjadi 16 baris, maka post box akan menjadi lebih besar seperti terlihat pada gambar dibawah ini.
- Formatting
-
Disini ada dua check options, yaitu :
- Pada baris pertama digunakan untuk menentukan apakah didalam konten post, emoticons akan di-convert ke suatu gambar icon. Sebagai contoh karakter emoticons :) akan dirubah menjadi
jika opsi ini dihidupkan. -
Baris kedua sedikit lebih rumit, disini akan menentukan apakah WordPress akan secara otomatis memperbaiki kesalahan penulisan tag XHTML Sebagai contoh kesalahan penulisan <br> akan diperbaiki menjadi <br /> jika opsi ini dihidupkan.
Jika anda tidak memahami tentang HTML, sebaiknya anda menghidupkan opsi ini ketika doctype dari halaman web ditentukan sebagai XHTML 1.0 Strict. Untuk memeriksa doctype dapat dilakukan dengan melihat pada page source halaman web anda ( Dengan menekan ctrl+U ). Lihat pada bagian teratas jika terdapat text seperti dalam gambar dapat dipastikan halaman menggunakan XHTML.
- Pada baris pertama digunakan untuk menentukan apakah didalam konten post, emoticons akan di-convert ke suatu gambar icon. Sebagai contoh karakter emoticons :) akan dirubah menjadi
- Default Post Category
- Menentukan default category post ketika mempublikasikan post anda tidak menentukan category.
- Default Link Category
- Menentukan default category link ketika menambahkan link baru anda tidak menentukan category.
- Press This
-
Fasilitas ini sedikit unik karena akan berhubungan dengan browser secara langsung. Dengan menggunakan fasilitas Press This memungkinkan kita untuk mendapatkan link dari suatu halaman web yang sedang di lihat di dalam browser untuk disisipkan dalam suatu post.
Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk dapat memanfaatkan fasilitas ini, antara lain :
-
Untuk menggunakan Press This pertama kita harus membuat bookmark dari link press this di dalam browser. Hal ini dilakukan dengan sangat mudah, yaitu hanya dengan menggeser link press this yang ada pada bagian setting ini ke bagian boomark toolbar dari browser.
- Kemudian dari sebuah halaman web yang kita lihat, klik bookmark press this yang telah dibuat sebelumnya.
-
Aksi tersebut kemudian akan menghasilkan sebuah jendela baru yang berisi post box dan telah tersisipi link dari halaman web yang kita lihat tadi. Dari sini anda kemudian dapat menambahkan konten tambahan sebelum mempublikasi post.
-
- Post via e-mail
- Sebuah fasilitas yang dapat digunakan untuk mempublikasikan suatu post melalui email. Saya tidak akan menjelaskan bagaimana cara untuk menggunakan fasilitas ini, namun anda dapat membaca langkah-langkahnya pada dokumentasi WordPress, Post to your blog using email.
- Update Services
- Opsi yang digunakan untuk menentukan alamat web services yang menangani pencatatan update post. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada dokumentasi WordPress, Update Services.
Reading Settings
Halaman opsi yang berhubungan dengan penyajian konten blog. Opsi/settings yang disediakan halaman ini antara lain :
- Front page displays
-
Digunakan untuk mengatur kontent pada halaman depan blog. Disini ada dua pilihan, yaitu :
- Your latest posts – Menampilkan beberapa post terbaru di halaman depan blog.
- A static page – Menampilkan suatu static page di halaman depan blog.
- Blog pages show at most
- Menentukan jumlah maksimum dari post yang akan ditampilkan didalam setiap posts list.
- Syndication feeds show the most recent
- Menentukan jumlah maksimum dari daftar post ketika ditampilkan didalam suatu syndication feeds.
- For each article in a feed, show
- Mengatur konten dari post di dalam suatu feed, apakah akan ditampilkan secara keseluruhan (Full text) atau hanya sekedar ringkasan saja (Summary).
- Encoding for pages and feeds
- Mengatur character encoding untuk konten di dalam website maupun untuk syndication feeds.
Discussion Settings
Sebagian besar settings yang ada di dalam bagian ini berhubungan dengan kegiatan diskusi di dalam blog, baik dalam bentuk comment, pingback maupun trackback. Kami tidak akan menjelaskan seluruh opsi yang ada dibagian ini karena sebagian besar hanyalah opsi checkbox, yang hanya membutuhkan anda untuk meng-on/off opsi tersebut. Selain itu didalam setiap opsi juga telah diberikan keterangan yang cukup jelas dan mudah dipahami.
Namun demikian ada tiga pengaturan yang sedikit rumit dan perlu dijelaskan disini, yaitu :
- Comment Moderation
-
Bisa dikatakan opsi ini merupakan benteng pertahanan pertama dari serangan comment spam. Ada dua hal yang dapat kita atur di dalam opsi ini untuk melakukan pencegahan terhadap spam, yaitu :
- Jumlah maksimum link di dalam konten comment
- Ciri khas dari suatu comment spam adalah mengandung banyak link. Dengan opsi ini anda dapat mengatur toleransi link di dalam konten komentar.
- Word Blaklist
- Selain jumlah link, anda dapat melarang kehadiran suatu string/word baik di dalam konten, email, URL atau IP dari komentar yang masuk. Anda harus memasukkan daftar kata perbaris didalam textarea yang disediakan.
Setiap komentar yang masuk namun mengandung perketatan yang kita buat melalui opsi ini, status komentar akan selalu pending dan harus mendapatkan persetujuan (moderation) dari anda sebelum diterima bahkan ketika default setting publikasi dari komentar diatur tanpa melalui proses persetujuan.
- Comment Blacklist
- Seperti setting Word Blacklist pada bagian Comment Moderation hanya saja setiap komentar yang mengadung kata blacklist akan ditandai sebagai spam.
- Avatars
-
Avatars merupakan suatu gambar kecil sebagai identitas suatu commenter yang biasanya ditampilkan dalam setiap komentar. Opsi ini digunakan untuk mengatur penyedian avatar di dalam post comment, berikut beberapa opsi yang disediakan.
- Avatar Display
- Menentukan apakah akan menampilkan avatar di dalam setiap komentar.
- Maximum Rating
-
Disini berhubungan dengan kedewasaan konten dari artikel dimana komentar berada. Ada empat tingkat kedewasaan konten, yaitu :
- G – Apabila isi dari artikel sesuai untuk semua umur
- PG – Apabila artikel mengandung konten kekerasan dan hanya sesuai untuk umur diatas 13 tahun
- R – Apabila artikel mengadung konten pornografi dan hanya sesuai untuk umur diatas 17 tahun
- X – Apabila artikel mengadung sesuatu yang lebih buruk dari tingkat diatas
Secara khusus ini berhubungan dengan setting avatar di dalam gravatar. Di dalam gravatar kita dapat menentukan content rating dari avatar. Dengan kata lain opsi ini akan menentukan avatar mana yang akan ditampilkan dari suatu email commenter berdasarkan tingkat kedewasaan konten.
- Default Avatar
- Secara umum, WordPress menggunakan services dari gravatar. Dan avatar akan ditampilkan jika email yang dimasukkan oleh commenter terdaftar dan mempunyai avatar di gravatar. Opsi ini akan mengatur avatar yang akan ditampilkan jika commenter tidak mempunyai avatar terdaftar di gravatar
Media Settings
Bagian yang mengatur penyertaan media (image, video dan material web lainnya) ke dalam blog. Berikut beberapa setting yang secara default disediakan :
- Image sizes
-
Ketika kita menyertakan gambar/image ke dalam suatu post maka kita akan diberikan 4 pilihan ukuran gambar, yaitu thumbnail, medium, large dan original. Kita dapat menentukan ukuran dimensi dari pilihan ukuran gambar tersebut (dengan satuan pixel).
Untuk ukuran thumbnail kita juga diberikan pilihan apakah akan melakukan pemotongan (croping) image atau hanya mengubah ukuran sesuai dengan proposi gambar.
- Embeds
-
Embeds merupakan kegiatan penyertaan suatu media dari web services seperti youtube, < a href="http://vimeo.com/">vimeo, dailymotion atau flickr ke dalam halaman web. Ada beberapa pengaturan yang dapat kita lakukan terhadap proses embeds ini, yaitu :
- Auto-embeds
-
Jika opsi ini diaktifkan maka setiap link text yang disertakan dalam post akan secara otomatis diproses oleh WordPress, sebagai contoh menyertakan teks link berikut :
New video music form Trivium (Throes Of Perdition): http://www.youtube.com/watch?v=7Eukj4AHwa0 That was a cool video.
Akan menghasilkan konten post berikut :
- Maximum embed size
- Menentukan ukuran embed di dalam konten post.
- Uploading Files
-
Mengatur pengelolaan penyimpanan file media. Disini ada tiga pengaturan, yaitu :
- Store uploads in this folder
- Menentukan lokasi tempat file media disimpan. Lokasi harus relatif terhadap URL root WordPress, sebagai contoh jika lokasi ada di dalam
http://yourwordpress.com/blog/media/maka anda cukup mengisikannya denganblog/media. Secara default lokasi penyimpanan file ada di dalam folderwp-content/upload. - Full URL path to files
- Merupakan opsi optional. Jika ditentukan maka harus berisi Full URL dari tempat penyimpanan file media, sebagai contoh
http://yourwordpress.com/blog/media/. Dari hasil pengamatan kami, kita tidak perlu menentukan opsi ini, karena WordPress sudah dapat menentukan sendiri URL path dari opsi Store uploads in this folder. - Organize my uploads into month- and year-based folders
-
Suatu opsi checkbox yang digunakan untuk menentukan apakah file media disimpan dengan melakukan pengelompokkan berdasarkan tanggal peng-upload-an. Misalkan anda meng-upload suatu image "myImage.jpg" pada tanggal 17 Agustus 2010, maka file tersebut akan disimpan dengan susunan berikut :
-- wp-content -- uploads -- 2010 -- 08 -- myImage.jpg
Privacy Settings
Disini mengatur apakah anda akan membuat blog anda terlihat di dalam search engine atau tidak. Kecuali blog anda benar-benar rahasia dan hanya mengijinkan pihak tertentu yang mengunjungi blog anda maka yakinkan anda memilih opsi "I would like my site to be visible to everyone, including search engines (like Google, Bing, Technorati) and archivers" jika tidak maka blog anda tidak akan pernah di-index oleh search engine dan orang lain tidak akan pernah tahu bahwa blog anda hadir.
Permalink Settings
Digunakan untuk mengatur permalinks dari artikel post. Saya akan menjelaskan secara detail tentang bagian ini pada artikel saya berikutnya.
This idea is saved under :
Tagged in :
1 Comments
Join Discussion
Comments are moderated and rel="nofollow" is in use. Please no link dropping, no keywords or domains as names; do not spam, and do not advertise !
zoel2010, 22 September 2010, 08:12
verigood blog, and tx
Permalink / Replay